BREAKING

Rabu, 12 Maret 2014

Louncing Salah Satu Bentuk Komitmen dan Konsistensi



Liwa: 13/03/2014 Bertempat di Aula RSUD Liwa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Pekon (BPMPP)  Lampung Barat melaksanakan kegiatan louncing dan Sosialisasi PNPM-MPd dan Anggaran Dana Pekon (ADP)  Tahun 2014.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.00 - 14.00 ini dibuka oleh Sekda Kabupaten Lampung Barat mewakili Bupati Lampung Barat selain dihadiri oleh Kaban PMPP acara ini juga dihadiri oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Lampung Barat dan Tim Fasilitator Kabupaten PNPM-MPd Lampung Barat  dengan peserta FK/FT, UPK, Peratin, PJO, Camat, perwakilan  SKPD se-Lampung Barat.    

Dalam sambutannya Bapak Sekdakab Lampung Barat  Nirlan, SH, MM menyampaikan bahwa  kegiatan ini merupakan salah satu  bentuk komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten dalam mendorong kesejahteraan masyarakat  karena  Pemkab memandang  bahwa Pekon adalah motor dalam mendorong kesejahteraan dan kemajuan Lampung Barat.   Hal ini bisa dibuktikan dengan  dokumen dan anggaran,dimana  dalam beberapa tahun ini pemerintah Kabupaten selalu memenuhi apapun dan berapapun  Dana Daerah Urusan Bersama yang menjadi kewajiban.  Pemkab selalu mengutamakan pembangunan Pekon ketimbang daerah kota dan belanja aparatur.  ” Kalau kita hanya mau terlihat wah  maka kota Liwa ini bisa saja kita bangun sedemikian rupa   dengan mengurangi dana-dana yang masuk ke Pekon, tetapi itu tidak kita lakukan karena kita lebih mementingkan membangun Pekon”. Kata Nirlan

Bukti lain  untuk menunjukkan konsistensi dan komitmen pemerintah kabupaten akan pembangunan masyarakat Pekon adalah sarana prasana pemerintah daerah saat ini yang jika kita amati secara seksama, kita akan menemukan semua kantor SKPD di Lampung Barat ini kondisinya bocor begitu juga dengan kenderaan Dinas.  Kalau Bapak/Ibu hadirin sekalian ada yang jantungan silakan saja naik mobil Dinas Taruna yang hari ini masih dipakai oleh SKPD di Lampung Barat pasti sembuh. Itu karena kenderaan itu sudah tidak sama lagi antara perintah sopir dengan aksinya (sopir ngerem mobilnya malah ngebut).. geerrr segenap yang hadir tertawa atas ungkapan ini.

Mengakhiri sambutannya Bapak Nirlan, SH. MM mengajak semua yang hadir untuk  senantiasa mencari pemicu  percepatan kesejahtaraan.  Hal ini penting sebab jika hanya berpikir rutinitas saja maka kemajuan  akan sulit kita capai.  Dengan kita menemukan dan melaksananakan pemicu yang kita temukan, percepatapan tercapainya tujuan tentu akan terjadi...(tim.ar)   

Senin, 10 Maret 2014

Ending Fasilitator "Dukun"



 
Bapak Fajar Sujarwo/ Asesor LSP-FPM sedang memberi Pengarahan

Bandar Lampung: 09/03/2014 Telah dilaksanakan Asesmen Kompetensi Angkatan II yang dilaksanakan oleh Tempat Uji Kompetensi Sementara (TUKS) DPD IPPMI Lampung yang di pandu oleh 4 Orang Asesor dan ikuti oleh 20 orang asesi yang terdiri dari: 1 orang Spesialis Inprastruktur, 1 Orang FasTKab, 2 Orang Asisten Faskab, dan 16 orang FK/FT se-Lampung.
Kegiatan Asesmen Kompetensi dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2014 di TUKS DPD IPPMI Lampung Jl Kemuning I No. 38B Rawa Laut Pahoman Bandar Lampung dengan keputusan Tim Asesor yang di sampaikan oleh Lead Asesor Bapak Fajar Sujarwo semua Asesi dinyatakan Berkompetensi Sebagai Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat.

Dalam penutupan Asesmen Kompetensi yang dilangsungkan pada tanggal 9 Maret 2014 Lead Asesor Bapak Fajar Sujarwo menyampaikan bahwa setelah Asesi dinyatakan Berkopentensi ada beberapa tanggungjawab yang harus dilaksanakan oleh yang bersangkutan: Pertama Moral: Asesi yang dinyatakan berkompeten mempunyai tanggungjwab moral harus menjadi panutan baik dilingkungan pekerjaannya maupun di masyarakat.  Kedua Intelektual: Secara riel seorang asesi yang telah dinyatakan berkompetensi adalah service Provider secara teknologi, Mainstreaming, dan Art/Seni. Ketiga Sosial: Secara sosial asesi yang telah dinyatakan berkompeten mempunyai tanggungjawab sosial mengembangkan nilai-nilai universal.  Solidaritas atau bela Rasa  yang selalu oleh yang bersangkutan miliki dan kembangkan sehingga dalam kesehariannya seorang asesi yang telah dinyatakan berkompeten sebagai fasilitator masyarakat harus menunjukkan sikap dan perbuatan membela kaum yang lemah.”Jika ada Tukang Becak dan Kenderaan Roda Empat bertabrakan, maka jangan tanya siapa yang salah tetapi langsung angkat/bantu  tukang becak, Urusan benar salah itu lain. Kata Fajar Sujarwo.
Mengakhiri pengarahannya Bapak Fajar Sujarwo menambahkan bahwa ending dari seorang fasilitator yang berkompeten adalah “Dukun Pemberdayaan Masyarakat”. Dengan demikian tidak ada lagi ceritanya seorang Asesi yang telah dinyatakan berkompeten jalan kemana-mana mangkul ijazah.  Yang seharusnya terjadi sebaliknya kemana-mana karena dijemput atau dipanggil orang. Oleh karenanya jadilah “Dukun” yang Profesional. Untuk itu seorang fasilitator harus punya padepokan. Pangkas Fajar Sujarwo.. (tim.ar)