BREAKING

Sabtu, 08 Februari 2014

Untukku dan Untukmu Kawan




Kawan.
Kita dipertemukan pada satu keadaan yang mungkin tidak ideal

Tapi.. setelah beberapa waktu кιtα bercengkrama melewati pristiwa demi pristiwa apa kawan  masih merasa kecewa?
Kalau iya,periksa hati,jiwa dan pikiranmu kawan!!

Kawan.
Semua ini bukanlah suatu kebetulan
Pemilik semesta ini telah mengatur semuanya pun  dengan pertemuan кιtα..

Kawan..
Kita mau bagaimana?
Terus saling cerca, cemooh, merendahkan, dan meremehkan untuk menjatuhkan atau  saling menguatkan antara satu sama lain untuk kesuksesan .

Kawan.
Kita  seperjuangan.
Yang idealnya  saling memenangkan dan  bukan sebaliknya saling mengalahkan, saling bersimbiosis mutualisme bukan parasitisme.
Seperti jaringan ikat yang mengikat sel-sel sehingga membentuk jaringan yang berguna.
Seperti tulang yang saling menguatkan dan menegakkan tubuh.
Seperti darah yang merupakan satu-satunya jaringan yang terspesialisasi yang bisa mengalirkan oksigen keseluruh badan..

Kawan..
Kita tidak mungkin bisa menikmati dan menghayati keadaan kita sekarang jika iri dengki dan dendam masih bersemanyam serta rasa ikhlas tidak tertanam dihati dan pikiran kita.

Kawan.
Seiring berjalannya waktu dengan sendirinya pikiran кιtα tentu  akan berputar. Layaknya tumbuhan yang ditanam di tempat yang gelap. Walaupun  tumbuh tapi  lemah.
Tapi biasanya tumbuhan tersebut tidak akan tinggal diam..dia berusaha mencari cahaya untuk melangsungkan hidup dan menguatkan tubuhnya

Kawan!!
Saatnya kita segera gelorakan semangat kita untuk terus bekerja keras..
Saatnya kita memutar pikiran kita untuk terus berjalan.
Saatnya kita mencurahkan hati ke semua cita-cita dan cinta
  
(@li rukman)

PERJUANGAN PARA ROMLAH PNPM LAMPUNG BARAT



“ Hari ini , ibarat menanam , maka BKAP baru menabur benihnya, yang akan membuat benih itu tumbuh adalah proses kemudian, dan membuat nikmat manakala benih yang ditanam BKAP berbuah di masyarakat dan itu akan menjadi tujuan dan menjadi cita-cita bersama!”                                        
Mendapat kesempatan mengikuti kegiatan Fasilitator Kabupaten (Faskab) PNPM MPd Lampung Barat Ali Rukman adalah kesempatan yang sayang untuk di lewati. Seperti pada siang Selasa 28 Januari 2014 , Faskab melakukan monitoring kegiatan Pelatihan Badan Koordinasi Antar Pekon( BKAP)  yang berlangsung di Villa Betung Sekincau ,Lampung Barat . Di lokasi Pelatihan  yang bercuaca dingin ,kedatangan kami disambut dengan hangat para peserta, ada seorang peserta yang meminta foto bersama dengan Faskab yang ternyata mantan anak buahnya sewaktu Ali Rukman menjabat Komisioner KPUD Lampung Barat , tapi yang bikin terkesan adalah riuhnya  yel-yel dari para peserta pelatihan “Hidup Romlah,Hidup Romlah ,Hidup Romlah!”
Saya tersenyum mengingat yel-yel tersebut dan terbayang pada Maret 2013 akan satu kegiatan pelatihan di Aula Wisma Sinda Lapai Kecamatan Balik Bukit,ketika Fasilitator Kabupaten Ali Rukman dengan menggunakan pengeras suara bertanya, : “ Siang Bos Romlah?” . Pertanyaan tersebut di jawab oleh peserta Pelatihan dengan suara yang lebih keras walau tanpa pengeras suara : “ Kurang Nganga Bos Romlah!” . Kemudian Ali Rukman bertanya kembali : “Bos Romlah?” . Pertanyaan ini di jawab kembali oleh seluruh peserta pelatihan tanpa terkecuali dengan suara yang lebih dahsyat semangatnya : “ Siang,Siang,Siang!!!”.
Melihat saya agak bingung dengan yel-yel tersebut Ali Rukman menjelaskan  “ Romlah itu singkatan dari Rombongan Lillahi Ta’ala alias Rombongan Tanpa Pamrih, seperti dimaklumi walau sarat dengan tugasnya di Program PNPM, tapi para BKAP tersebut masih belum jelas pendanaan operasionalnya, jadi mereka sepakat melebelin lembaga mereka dengan sebutan BOS ROMLAH, biar tetap semangat dalam mengabdi untuk pekonnya !” demikian Kata Ali dengan tersenyum.


Kepada para peserta pelatihan Ali Rukman menekankan pemahaman tentang program PNPM ,selain materi tersebut peserta juga melakukan pembahasan Tindaklanjut Perbup BKAP. Salah satu energi dari program ini adalah BKAP, sementara nilai strategis BKAP dalam menjalankan fungsinya belum maksimal!”. “Ya, itu tadi karena tidak adanya regulasi sebagai rule yang harus mareka pedomani dan laksanakan?”. “kondisi ini , tambah Ali, berdampak pula pada peran fungsi kelembagaan BKAP yang lain (BPUPK, UPK, TV, Tim Pemelihara, dll). efek dari semua ini yang paling kentara saat ini adalah SPP dan Pemeliharaan kegiatan yang masih sangat jauh dari harapan. “ Ya Insya Allah rancangan Perbup BKAP bisa segera disetujui,teman-teman BKAP juga semangat membahasnya,walau ya itu tadi masih Romlah ,demikan Ali Rukman .
Yang terpenting kata Ali Rukman , “di program ini BKAP tetap memiliki semangat untuk bergandengan tangan,saling bekerjasama,saling komunikasi dan saling koordinasi!” Dari awal Faskab sudah menegaskan bahwa PNPM adalah satu kesatuan atau satu keluarga, ini artinya bila satu sakit makanya seluruhnya sakit. Tapi kita senang maka semua akan senang . Untuk memotivasi maka tetaplah berpegang dengan filosofi TIGA (3S)  yang bermakna  Sadar,Sabar dan Syukur. Dengan modal tiga S ini kedepan harapannya akan mempercepat dan mempermudah tercapainya program atau kegiatan  yang telah sama-sama di susun.
“Ruang gerak kita masih terbatas, demikian di katakan Saidi Mukhtar Ketua Forum BKAP Lampung Barat . BKAP ini adalah perwujudan bentuk perjuangan dan aspirasi masyarakat khususnya yang berhubungan dengan program PNPM. Jadi BKAP sangat bersyukur dan sangat bersemangat dengan agenda pembahasan rancangan Perbup BKAP.
Selain masalah Pemeliharan hasil Program seperti yang dikatakan Faskab , BKAP juga sebenarnya juga berperan penting didalam ikut membantu permasalah pada pelaksanaan kegiatan. Ini yang akan terus kita sosialisasikan kepada masyarakat penerima manfaat demikian Saidi Mukhtar. Masyarakat harus paham bahwa di BKAP inilah tahap awal dari alur penyelesaian masalah di Program . Dan bila permasalahan tersebut tidak bisa di selesaikan di BKAP maka baru akan di serahkan ke Tim Faskab Kabupaten dan seterusnya. Dan bila ini berjalan maka proses pemberdayaan program di pekon akan berjalan dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip PNPM .
Sementara itu Abdul Rosid Ketua Ruang Belajar Masyarakat PNPM Lampung Barat  mengatakan BKAP  adalah salah satu Pelaku Kunci yang memfasilitasi secara langsung proses pengintegrasian program.Kedepan BKAP adalah  yang akan aktif memfasilitasi pelaksanaan kegiatan penintegrasian di tingkat kecamatan dan desa.Bersama Setrawan Kecamatan memfasilitasi pelaksanaan Musrenbang Kecamatan,memfasilitasi pemerintahan desa/pekon menyusun APB Pekon dan Peraturan Pekon dan yang tak kalah penting nya BKAP ini yang akan memotivasi dan menggerakan pelaku masyarakat,memediasi kepentingan antar pekon, merumuskan rencana kegiatan kerjasama antar pekon ,memfasilitasi masyarakat menyampaikan aspirasi dan masih banyak hal-hal strategis lainnya yang bisa di jalankan BKAP, demikian Abdul Rosid.
 “ Hari ini , tambah Faskab PNPM Ali Rukman, ibarat menanam , maka BKAP baru menabur benihnya, yang akan membuat benih itu tumbuh adalah proses kemudian, dan membuat nikmat manakala benih yang ditanam BKAP berbuah di masyarakat dan itu akan menjadi tujuan dan menjadi cita-cita bersama!”..                                                      (duta suhanda – @MahameruFMLiwa )

Kamis, 06 Februari 2014

Rabu, 05 Februari 2014

Pemeliharaan Hasil Kegiatan PNPM MPd Adalah Kebutuhan

“Kami bisa sewaktu-waktu menjual kopi ketika harga naik”

Kalimat ini disampaikan oleh Bapak Sutrisno sebagai Tim Pemelihara juga sebagai masyarakat penerima manfaat. Pada saat menerima Kunjungan Monitoring kegiatan TA 2012 di Pekon Sukajaya, Pemangku 1. Berupa Rabat Beton sepanjang 600 meter, oleh Bapak Agus Hernando (Asisten Faskab Lambar) dan Ibu Yessy Oktora (Asisten Fastekab Lambar)
Menurut Bapak Sutrisno, rabat beton ini sangat bermanfaat bagi kami khususnya pemangku I dan masyakarakat dari Mekar Baru Sukajaya dan Pekon Sidodadi kec Pagar Dewa Lampung Barat.
Dia bercerita, “Dulu jalanan ini sangat sulit dilewati. Tanjakannya tebing (curam). Lanjut Sutrisno “Kalau musim hujan jalanan ini sangat becek dan licin. Ban motor harus dipasang rante. Itu pun masih sulit untuk dilewati.” Kami dulu menjual kopi dengan menyewa ojek atau mobil hartop. Biaya sekali angkat sampai Rp 50 ribu. Motor ojek itu bisa membawa kopi sampai 2 kwintal. Ketika kami mendapat informasi harga kopi lagi naik, kami ingin segera menjualnya. Tapi kondisi jalan masih belum bisa dilewati. Tukang-tukang ojek pun tidak berani melewati jalan itu. Akhirnya menunggu agak kering. Menunggu ini bisa sampai besoknya itu pun kalo tidak hujan lagi.

 Waktu Menentukan Kesejahteraan.

Harga Kopi bisa naik atau turun sewaktu-waktu, bahkan hitungan jam. Sehingga bagi petani kopi hal yang sangat dibutuhkan untuk dapat untung lebih dari hasil panennya adalah alat komunikasi. Selain itu hal yang sangat dibutuhkan lainya adalah jalan. Bila kondisi jalan yang seperti diceritakan oleh Bapak Sutrisno di atas. Sering terjadi adalah petani tidak dapat memanfaatkan harga baik ini. Dulu, waktu jalan ini belum dirabat. Ketika kami mendapatkan informasi harga kopi lagi tinggi, kami menunggu jalan bisa dilewati.   Dengan menyewa ojek kopi kami membawa ke pengumpul, tetapi karena sudah sore, ternyata harga sudah turun lagi. Kami kecewa, dengan terpaksa kami menjual dengan harga tersebut. Karena kalo mau dibawa pulang lagi, kami harus menyewa ojek lagi. Sementara ojek yang kami sewa untuk mengangkut kopi ini pun harus kami bayar. Sewa ojek ini bisa mencapai 20 ribu perkarung 50 kiloan. Setiap motornya bisa mengangkut 4 karung. Artinya setiap ojek kami bisa membayar Rp 80 ribu.
Inilah nasib petani Pak. Kebutuhan lain pun harus segera dibayarkan, seperti hutang pada bos. Kami sudah mengeluarkan uang cukup banyak dari merawat sampai dengan menggiling kopi. Seperti pengalaman Pak Amat, untuk membantunya memetik kopi dia mengupah dua orang dari Baturaja Sumatera Selatan. Upah ini secara borongan, per karungnya Rp 50 ribu rupiah. Tahun ini kebunnya hanya menghasilkan 6 kwintal lebih dikit. Ujar Pak Amat “Kalo saya tidak mengupah orang, saya sudah gak kuat untuk mengangkat karung-karung 50 kg an berisi penuh dengan kopi. Kebun saya sebagian lereng.” Lanjut Pak Amat “kopi saya bisa membusuk karena sudah banyak yang merah-merah. Apalagi ini musim hujan”.

Jalanan ini menuju hidup kami lebih sejahtera
Kembali pada cerita Pak Sutrisno yang juga, masyarakat di pemangku sini sangat merasakan manfaat sejak dibangunnya jalannya. “Kami bisa sewaktu-waktu menjual kopi ketika harga naik”. Seperti panen tahun ini. Saya menjual kopi dengan harga Rp 18 ribu/kg. Walau tidak semua hasil panenan saya jual, hanya setengah ton saja. Karena saya berharap bisa menjual sisanya dengan harga yang lebih baik lagi. Ternyata harga tidak naik lagi, bahkan turun sampai Rp 16 ribu. Terpaksa saya jual juga. Untuk menutupi kebutuhan lebaran dan bayar hutang ke bos. Selain itu, dari hasil panen ini adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup kami selama satu tahun kedepan sampai kami menjual hasil panenan lagi. 

 Kami sangat berterimakasih sekali pada PNPM MPd yang telah membangun jalan ini. Banyak yang berubah dalam keseharian kami. Sekarang banyak pedagang bisa masuk sampai ke Talang kami ini jajanan anak yang masuk setiap harinya, dari pedagang pakaian, perabotan rumah tangga, sayur, sampai pedagang jajanan anak-anak. Kata Istri Pak Sutrisno “waah sekarang repot Pak, hampir tiap sore orang yang jualan jajanan masuk sini. Anak-anak pada minta beliin, dari mie ayam sampe es krim”. Lanjut Istri Pak Sutrisno “ tapi kami senang sekali, karena kami tidak lagi merasa kwatir dan takut jatuh kalau lewat jalan ini”

 Pemeliharaan Demi Keberlangsungan
Menurut Pak Sutrisno, bahwa pemeliharaan saat adalah berdasarkan musyawarah di Pemangku I. Yaitu dengan membagi tanggungjawab pada RT I dan RT II. Bagian atas sepanjang 300 meter adalah tanggung jawab RT I dan bagian bawah sepanjang 300 meter RT II.  Pemeliharaan meliputi memperbaiki jalan yang rusak, membersihkan rumput dan menimbun bahu jalan yang tergerus air. Pemeliharaan ini tidak secara rutin, hanya sewaktu-waktu bila diperlukan. Dan biaya dikumpulkan dari masyarakat dibagian tanggungjawabnya.
Pada kesempatan monitoring itu, Pak Agus Hernando bersama FK-FT dan UPK menyampaikan pada tim pemelihara tentang pentingnya pemeliharaan. Menurut Pak Agus Hernando “Bila mengingat pentingnya jalanan ini bagi kehidupan masyarakat di Pemangku I Pekon Sukajaya. Maka menjadi sebuah kebutuhan untuk memelihara.” Lanjut Pak Agus Hernando “di PNPM MPd, tidak ada dana untuk pemeliharaan. Setelah selesai kegiatan
kemudian diserahterimakan pada masyarakat, maka masyarakat yang harus merawatnya”. Hal ini disampaikan ketika di hadapan aparat pekon yang hadir pada saat monitoring tersebut. Lanjut Pak Agus “sebaiknya tentang pemeliharaan ini dibuat sebuah aturan tertulis, misalnya peraturan peratin atau bahkan Peraturan Pekon”. (R.Murdoko)
 

Hanggum di Gerakanni PNPM-MPd





Hanggum di Gerakanni PNPM-MPd
(Senang dan Bangga dengan Gerakan PNPM-MPd)
Oleh  Wo Fitri
Sekretaris BKAD Kecamatan Lumbok Seminung Lampung Barat


Midokh midokh  mit Pekon
Mulang ngusung balanja
Ajo Ɣⓐª pnpm khatong ija nekham kumpul dija

Jalan jalan ke kampung
Pulang bawa oleh-oleh
Ini dia pnpm datang mari kita berkumpul disini


Salasih ni salasih
Titanom di bah cabi
Sekam nekhima kasih
PNPM kukhuk pekon Lumbok ji

Selasih Ɣª selasih
Di tanam bawah cabe
Kami  berterima kasih
PNPM masuk ke Pekon Lumbok


Midokh mit Kota Bumi
Singgah di Sukajadi
Asal mula Ɣⓐª jadi
Pak Ali Rukman junjungan ni

Jalan ke Kota Bumi
Mampir di Sukajadi
Asal mula nya jadi
Pak Ali Rukman pimpinan nya


Gedung posyandu Lumbok ji
Tano Ɣⓐª adu jadi
PNPM gerakanni
Di bantu Bapak Yullian Sepri

Gedung posyandu di Lumbok
Sekarang sudah jadi
PNPM gerakannya
Di bantu Bapak Yulian Sepri


Ajo Lumbok Seminung
Pekonni makung jadi
Kekalau mawek ukhung
Kik PNPM ngelolani

Ini Lumbok Seminung
Desanya belum jadi
Semoga tidak gagal
Kalau PNPM yang ngelolanya


Midokh mit pasakh pagi
Mak lupa ngebeli cabi
Sekam aga ngilu lanjutni
PNPM di Pekon ji

Jalan-jalan ke pasar pagi
Jangan lupa beli cabe
Kami meminta kelanjutanya
PNPM di desa ini


Api sai halom halom
Di atas bulung ni pandan
PNPM ngadakon simpan pinjam
Ibu-Ibu jadi wat kegiatan

Apa yang hitam hitam
Di atas daun pandan
PNPM mengadakan simpan pinjam
Ibu-ibu jadi ada kegiatan.

 Api sai di unggak mija
Injuk bulungni jagung
Takhu pai antak ija
Kayun tian sai makkung

Apa yang di atas Meja
Seperti daun jagung
Berhenti sampai disini
Silakan bagi mareka yang belum berpantun