BREAKING

Senin, 22 Desember 2014

Man Jadda Wajada (Buku Saku)

 Cover Buku saku menuju 366 Hari (Foto #Tim)
Man Jadda Wajada; "Barang siapa bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkannya (sukses).  Inilah mantra ampuh untuk menuwujudkan kesuksesan.  Ini jalan rahasia yang dimiliki oleh mareka yang sukses dimanapun dalam aktivitas kegiatan apapun.

Kalimat diatas merupakan penggalan kalimat dari Buku Saku "Menuju 366 Hari".  Buku saku ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan pola, strategi, dan teknis pembangunan kelompok sebagai organ penting dalam penyaluran dan pengembangan perguliran (simpan Pinjam) atau dalam pengorgasian masyarakat secara umum.  Dimana pada banyak tempat pembangunan kelompok  atau pengorganisasian  dilakukan secara instan dengan mengenyampingkan proses yang seharusnya dilakukan sehingga muncul kelompok tanpa visi, muncul konflik perpecahan, tidak adanya solidaritas, dan jauh dari kebersamaan.  Dalam posisi demikian kelompok tak lebih dari sekedar alat yang dipaksa berjalan untuk memenuhi keinginan si pemilik, maka tak heran bila  alat dimaksud kerap ngadat bahkan terkunci dan tidak bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya bahkan terkadang pecah dan hancur leburr.

Buku Saku menuju 366 Hari hadir sebagai salah satu alternatif solusi dalam menghasilkan kelompok-kelompok  yang "tidak ngadat" mempunyai visi, penuh tanggungjawab, dan solidaritas.  Karena di bangun selama 365 hari dan baru dinyatakan sebagai sebuah kelompok pada hari ke 366 disaat semua kelengkapan kelompok telah memenuhi persyaratan dan benar-benar siap untuk menjalan fungsinya sebagai sebuah kelompok.  Selamat Membaca Semoga Bermanfaat....(Tim)
Cover Belakang Buku Saku Menuju 366 Hari (Foto #Tim)
   

Di Akhir PNPM-MPd

Suasana Usai Penutupan Rakernas Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (IPPMI)  (foto #Kundrat)
Jakarta:  Dalam Siaran Pers Dewan Pengurus Nasional Ikatan Pelaku Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (DPN IPPMI) yang di terima PNPM-MPd Lampung Barat  menyebutkan bahwa kebijakan dan strategi pengakhiran program PNPM-MPd tidak disiapkan dengan baik terkait serah terima aset-aset program, kelembagaan pengelola dan aset sumber daya manusianya.
Lebih Lanjut Bapak John Odhius/ Sekjen Dewan Pengurus Nasional (DPN IPPMI) menyampaikan  perlu dilakukan perpanjangan paling lama akhir Bulan Juni tahun 2015, untuk melaksanakan pengakhiran secara baik.  Dalam kerangka waktu tersebut, maka langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka pengakhiran ini adalah sebagai berikut:
a. Persiapan pengakhiran, yaitu terlaksananya Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) untuk kegiatan kegiatan prasarana fisik, dan untuk kegiatan non prasarana (dana bergulir) yang saat ini sudah mencapai 10 Triliun harus disiapkan kejelasan aspek legal kelembagaan pengelola dana bergulir tersebut. Kegiatan penyelesaian ini paling lambat akhir Maret 2015 sudah selesai di semua desa lokasi PNPM Mandiri Perdesaan.
b. Penyiapan aspek legal dan kapasitas pengelola dana bergulir, kelembagaan (BKAD, BP-UPK, TPK, TPM, Tim Penyusun Perencanaan Desa, Tim Monitoring) maupun aset lain yang dikelola kelompok masyarakat (Posyandu, Pasar Desa, Irigasi, Listrik Desa, Beasiswa Multiyears, Honorarium Guru, dll).

Terkait dengan poin tersebut diatas, maka langkah-langkah parallel yang harus dilakukan dalam rangka implementasi UU Desa dan pengakhiran Program, adalah:
a. Penyiapan Perangkat Desa
Sebagian besar desa, saat ini tidak memiliki perangkat yang lengkap sebagaimana diatur dalam PP 43/2014 Psl 61 – Psl 64. Sementara itu perangkat yang tersedia kapasitasnya masih perlu ditingkatkan. Belum ada pelatihan sistematis yang diberikan terkait pelaksanaan UU Desa. Paling lambat Maret 2015 sudah selesai dilakukan.
b. Penyiapan Perencanaan Pembangunan Desa (RPJM Desa, APB Desa, dan RKP Desa)
Berdasarkan PP 43/2014 Psl 114-115 dan PP 60/2014 Psl 20 disebutkan penggunaan Dana Desa mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dan Rencana Kerja Pemerintah Desa. Kondisi saat ini hanya terdapat lebih kurang 53 ribu desa yang memiliki dokumen RPJMDesa yang difasilitasi melalui PNPM Mandiri. Sebagian besar diantaranya belum memiliki APB Desa dan RKP Desa Tahun 2015. Untuk itu penyiapan perencanaan ini harus segera difasilitasi. Paling lambat Maret 2015 sudah selesai dilakukan.
c. Penyiapan Peningkatan kapasitas Pendamping Desa/ Fasilitator Kecamatan
Strategi fasilitasi perencanaan yang memungkinkan dan secara cepat hanya dapat dilaksanakan dengan menugaskan fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan untuk juga memfasilitasi proses perencanaan pembangunan dalam periode waktu Januari – Februari 2015.
d. Penyiapan regulasi pendukung implementasi UU Desa
Berdasarkan kerangka regulasi implementasi UU Desa maka perlu segera diselesaikan kerangka implementasi turunan berupa Peraturan Menteri, Peraturan Daerah, Peraturan Bupati/Walikota, dan Petunjuk Pelaksanaan/Pedoman.  Tutup John Odius.. Tim

Selasa, 16 Desember 2014

Peningkatan Kapasitas Pemdes


Pelatihan Gabungan Peningkatan Pemerintah Desa (Foto #Hermanjaya)

LIWA (PNPM MPd Lampung Barat)  : Menjelang berakhirnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) Tahun 2014 di Lampung Barat.  Organizing Comitte (OC) Gabungan Kecamatan Way Tenong, Air Hitam, Gedung Surian, Kebun Tebu, Sumberjaya, Gelar Pelatihan bersama Peningkatan Kapasitas Pemerintahan Desa, dalam penyusunan Peraturan Desa, Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes), Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Desa (LPJK Des), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM  Des) dan Rencana Kerja Tahunan (RKP Des) dalam rangka menyambut UU Desa Nomor 6 Tahun 2014. Acara berlangsung di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Kecamatan Sumberjaya, Senin-Rabu 15-17/12/2014.
Acara Pelatihan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Desa, Hukum dan Politik,  Drs.Tono Suparman, dan Dihadiri oleh Narasumber Pelatihan diantaranya Kabid. Pemerintahan Badan Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa (BPMPP) Lampung Barat, Games Simanjuntak,S.IP , Penanggung Jawab Operasional Kabupaten (PJOKab) PNPM-MPd, Guy Da Silva, S.STp, Camat Gedung Surian, Sarjak, SH, PJO.Kec 5 Kecamatan,  Badan Kerjasama Antar Desa (BKAP) PNPM -MPd, dan Fasilitator Kecamatan (FK), Herman Jaya,S.E, Ardian Oktora, S.IP, Taswin Parizullah, S.HI, A.Barzani, ST, Jamsi Ariyanto, SE, serta 76 orang peserta yang akan mengikuti pelatihan, terdiri dari Peratin dan LHP masing-masing Desa Se-Kecamatan Way Tenong, Air Hitam, Gedung Surian, Kebun Tebu, dan Sumberjaya.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Desa, Hukum dan Politik,  Drs.Tono Suparman usai membuka acara pelatihan, menjelaskan Pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Panitia OC Gabungan dan juga semua pihak yang telah menyukseskan pelatihan  gabungan ini, sehingga pelatihan ini dapat terlaksana dengan baik.
Masih Drs.Tono Suparman, Dalam rangka menghadapi pelaksanaan Undang-Undang Desa No.6 Tahun 2014 yang implementasinya direncanakan tahun anggaran 2015 mendatang, untuk itu diharapkan kepada seluruh Desa dapat mempersiapkan diri secara maksimal, terutama dalam penguatan SDM Aparatur Desa dan Kelembagaan Desa serta mampu dalam hal administrasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta Pelaporan, sehingga dalam penerapan UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 dapat terealisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 
Kabid Pemerintahan BPMPP, Games Simanjuntak, S.IP saat memberikan materi pelatihan pihaknya menekankan bahwa dalam Musrenbang Desa tahun 2015, seluruh Desa harus memiliki dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM) selama 6 tahun, dan sudah di sahkan dengan Peraturan Desa (Perdes) serta sehingga dalam penyusunan APBDes mengacu kepada RPJM Des tersebut.
Di sela-sela acara Penanggungjawab Operasional Kegiatan Kabupaten (PJOKab), Guy Da Silva,SSTp juga turut mengapresiasi Kenerja Fasilitator Kecamatan (FK) yang telah membantu mulai dari persiapan pelatihan dan proses pendampingan bedah Dokumen RPJM Des, RKP Des, dan Praktek Penyusunan Perdes, APBDes, LPJKDes, secara lebih rinci. Pihaknya berharap agar seluruh elemen pemerintahan terutama di tingkat Desa dapat melaksanakan pembangunan dengan baik dan mampu menjalin kerjasama antar Desa dalam rangka meningkatkan koordinasi dan tali silahturahmi, sehingga semua permasalahan yang terjadi di tataran Desa dapat di selesaikan secara bersama-sama... (Herman Jaya)                    

Kamis, 11 Desember 2014

Tak Pernah Kusangka..

Masakan berbahan baku bonggol Pisang (Foto #Nung Yoga)
Kalimat diatas boleh jadi pas untuk melukiskan perasaan  ketika disuguhi masakan ini.  Awalnya tak ada kesan apa-apa ketika menyaksikan ada suguhan sayur dan lauk berikut lalapan bercampur dalam satu piring, Namun ketika tahu bahwa sayuran yang menemani lauk tersebut ternyata berbahan baku bonggol pisang kepok tentu siapapun akan terkaget-kaget, seraya berucap Tak Pernah Kusangka..

Gambaran Rasa nikmat mengundang penulis untuk bertanya lebih dalam bagaimana pengolahan Bonggol Pisang sehingga senikmat ini, awalnya dengan sedikit tersenyum Ibu Peratin/Istri Peratin Pekon Margajaya Kecamatan Pagar Dewa menjawab tunggu ya saya sholat dulu. katanya..
Setelah ditunggu sekian waktu ahirnya Ibu Peratin kembali dan menjelaskan bagaimana bonggol pisang kepok jadi masakan eunak seperti ini, Begini prosesnya lanjut Ibu Peratin.  Pertama Bonggol Pisang Kepok di iris kecil-kecil lalu di remes dengan garam dapur secukupnya kemudian cuci sampai bersih,  Setelah itu rebus bonggol tadi sampai matang lalu tiriskan.. Selama bonggol di tiriskan siapkan bumbu; Bawang, ketumbar, kemiri, laos, daun salam dll lalu uleglah bumbu tersebut.  Siapkan juga santan kepala kental secukupnya lalu oseng bonggol beserta bumbu dan santen hingga matang.. Nah itulah proses masakan ini kata Ibu Peratin.. Soal rasa silahkan rasakan sendiri. kata ibu peratin..  Kalau anda penasaran silakan coba atau datang ke Pekon Marga Jaya Kecamatan Pagar Dewa Lampung Barat,,kata Ibu peratin sambil berlalu.. wah jauh sekali Bu dalam hati penulis,, tapi gak akan nyesal kan bu rasanya  tanya penulis dalam hati... (AR)

Kamis, 13 November 2014

SPP di Bandar Negeri Suoh




Ibu Miryati Pemilik Warung Makan/Anggota Kelompok SPP
Dengan suara lirih namun sangat jelas Ibu Miryati mengatakan bahwa sudah sejak lama ia ingin mendapatkan bantuan pinjaman seperti SPP yang bunganya relatif rendah dibandingkan dengan Koperasi keliling tempatnya meminjam sejak lama.
Di saat suara percikan minyak kuali gorengan  masih ngemerisis  dengan sengaja Tim mampir di sebuah warung makan di jalan protokol Pekon Tri Mekar Jaya  Kecamatan Bandar Negeri Suoh.  Warung yang juga  menyediakan Gorengan, Soto Longtong, dan Pecel Lontong serta sayuran seadanya ini terlihat begitu menggoda di pagi saat perut-perut anggota tim belum di lewati oleh karbohidrat. 
Ketika tim menginjakkan kaki didepan pintu warung seraya mengucap salam, terasa sangat ramah pemilik warung menjawab  salam sambil mempersilakan masuk dan duduk walaupun sambil mengerjakan aktivitasnya menggoreng.   Warung yang kira-kira berukuran 4 x 7 meter  diisi dengan dengan sebuah etalese tempat memajang masakan, tiga buah kursi panjang  dan dua Meja;  Dua Kursi berhadap-hadapan di satu meja dan satu kursi menghadap ke meja panjang nyang menempel ke dinding terlihat begitu bersih dan meyakinkan untuk ukuran sebuh warung di perdesaan sehingga Tim tanpa ragu untuk masuk dan duduk pada bangku yang tidak menempel ke dinding.
Tampakan Depan Warung Makan Ibu MIryati
Tidak lama pesanan Tim yaitu: 2 porsi soto nasi dan 2 porsi nasi ikan sambel pun dihidangkan, sambil menikmasi masakan yang telah di pesan tim mengajak pemilik warung untuk ngobrol.  Dari obrolan ini di ketahui bahwa Ibu yang berumur 45 Tahun, dikarunia 3 Orang anak, mempunyai suami berprofesi sebagai buruh bangunan ini bernama Miryati.  Beliau telah menekuni usaha membuka warung makan ini sejak ketika orang tuanya masih hidup.  Dan ketika orang tuanya telah tiada beliau berjuang untuk membesarkan warung makan ini  dengan meminjam modal pada Koperasi Keliling yang cicilannya dibayar harian dengan perhitungan bila meminjam Rp 1 juta maka dalam jangka tertentu yang terbilang singkat total pengembalian bunga plus pokoknya  Rp 1.250.000,-
Kini Ibu Miryati sedikit lega dengan bergabungnya beliau pada kelompok SPP Sri Makmur Tiga Pekon Tri Mekar Jaya kini telah memasuki angsuran ke-3.  Walaupun hari ini pinjaman pada koperasi keliling belum sepenuhnya dapat dihentikan karena kebutuhan modal,  tetapi Ibu Miryati meyakini bahwa suatu saat cicilan beliau hanya akan ada di satu tempat dengan bunga ringan.  Karenanya beliau bertekad akan mengangsur cicilan dari kedua pinjaman ini setiap bulan agar kedepannya tetap di beri pinjaman untuk mengembangkan usahanya. Mengingat usaha ini terbukti bisa untuk menopang ekonomi keluarganya dimana dalam satu hari omset yang dihasilkan untuk hari biasa Rp 300.000-400.00 dan pada hari pasaran (2 Kali Seminggu) omsetnya Rp 400.000-500.000." Saya ingin membesarkan warung ini biar untungnya juga besar, jadi kedepan saya butuh modal yang lebih besar lagi sehingga saya berharap SPP tetap ada". kata Ibu Miryati sambil menerima bayaran makan dari Tim yang akan melanjutkan perjalanan. (Tim) 

Rabu, 05 November 2014

Aku dan PNPM


Elzhiya/KPMD Pekon Gedung Surian Kec Gedung Surian Lampung Barat

PNPM ????
Apa itu ??
            Itu lah pertanyaan pertama yang terlintas di kepala ku saat Aku mendengar kata itu. Sore itu ketika Aku tengah asik berkutat dengan peralatan dapur ku, tiba-tiba Paman memanggil ku dan meminta ku untuk ikut berkumpul dengan masyarakat lain yang mungkin sudah berkumpul sejak tadi di Madrasah ini. Akhirnya setelah membersihkan diri Aku bergegas menghampiri perkumpulan orang-orang itu, dan duduk di antara masyarakat yang lain.
            Saat itu Aku lihat beberapa orang yang duduk di depan dan entah sedang menjelaskan apa. Bagiku yang penting Aku sudah mengikuti ajakan paman untuk mengahadiri rapat tersebut. Ku perhatikan satu per satu wajah mereka, namun Aku hanya bisa bergumam dalam hati “siapa mereka ?” dan “mau apa mereka”. Akhirnya Aku hanya duduk termangu seolah-olah mendengarkan padahal Aku tengah sibuk dengan fikiran ku sendiri. Orang lain tertawa, Aku pun ikut tertawa, orang lain mengangguk-anggukkan kepalanya, Aku pun sama, seolah-olah mengerti apa yang tengah di bicarakan di forum ini, padahal sama sekali tidak. ^,^
            Hingga akhirnya, Aku di tunjuk menjadi salah satu dari anggota perkumpulan ini, Aku termenung sejenak. “ini apa-apaan ?” fikir ku, “mana mungkin aku bergabung di organisasi ini tanpa aku tahu ini apa dan untuk apa”. Namun anggukan kepala Ibu ku membuyarkan lamunan ku, saat akhirnya namaku tertulis sebagai KPMD-P. Lagi-lagi Aku di buat bingung dengan singkatan-singkatan yang baru aku dengar sekali ini.
            Beberapa hari kemudian, Paman ku yang menjabat sebagai ketua TPK, memberitahu ku agar Aku mengikuti pelatihan di Balai Pekon salah satu desa di Kecamatan Gedung Surian ini, yaa,, namanya Pekon Gedung Surian. Namun saat itu Aku bingung, karena hari-hari pelatihan itu bersamaan dengan jadwal ku mengajar di TK. Maklum saja, aku pun baru mulai mengajar di TK ini, TK Islam Nurul Huda tepat nya. Itu pun baru sebatas guru cadangan, karena guru sebenarnya sedang cuti untuk melahirkan. Akhirnya Aku mendapatkan izin untuk mengajar hanya sampai istirahat.
            Tepat hari senin, hari pertama aku akan mengikuti pelatihan “KPMD” kata Paman ku. Aku pun sempat bertanya kepada beliau, apa itu PNPM,KPMD,TPK,UPK dll. Namun sayang Aku tak mendapatkan jawaban yang memuaskan sama sekali. Yang aku ingat pada saat bertanya pada Paman tentang pelatihan ini, beliau hanya menjawab “Kamu hanya perlu duduk manis, dengar kan apa yang di bicarakan oleh fasilitator, dapet makan siang gratis dan pulang membawa uang transport”. Hanya itu yang ku dengar. Batin ku sempat berbisik “memangnya beneran ada di dunia ini, pekerjaan yang hanya duduk, dapet makan dan pulang dapet uang transport tanpa bekerja apa pun, direktur saja tetap bekerja meski hanya mengandal kan sebuah pena”.
            Namun akhirnya aku pun hanya terdiam dan menunggu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ku tentang apa sebenarnya organisasi ini. Aku hanya berharap aku tidak salah mengikuti suruhan paman untuk bergabung di sini.
            Dengan ikut bersama teman, akhirnya aku memenuhi undangan pelatihan KPMD itu, pukul 09.00 tepatnya, setelah sebelumnya aku mengajar satu jam pelajaran. Ketika tiba di sana, tak ada satu pun yang ku kenal. Dengan ragu-ragu aku pun mendekati kerumunan perempuan-perempuan yang tengah berdiri di luar ruangan. Tapi ada satu yang ku kenal saat itu, dia KPMD dari Trimulyo, namanya Nurhalimah.
            Akhirnya aku mengenal mereka satu per satu. Setiap desa memiliki dua perwakilan untuk KPMD-P. hari pertama aku masih bingung dengan materi yang di sampaikan.
Meskipun saat itu aku berusaha memahami modul yang di berikan oleh panitia, namun ternyata tetap saja aku tidak mengerti.
            Tiga sampai empat hari kemudian baru lah aku mulai memahami apa yang di bicarakan oleh pemateri. Ternyata ( PNPM ) itu adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Dari singkatan itu, setidaknya aku mengerti sedikit tentang program ini. Setelah Tujuh hari, selesai sudah pelatihan itu, meski aku belum memahami sepenuhnya, tapi aku menyadari bahwa kini aku telah berkecimpung di dunia sosial. Bukan kah bermasyarakat sama artinya dengan bersosial ??
            Namun ada sedikit yang menggelitik fikiran ku saat itu. Aku berfikir, orang seperti ku, yang sehari-hari hanya diam di dalam rumah, tidak pernah main kesana-kemari, yang jarang bertemu dengan orang-orang di luar, apakah bisa berbaur dengan masyarakat dan bersosial ?? namun jika aku berfikir ke belakang. Ibu ku pun dulu seorang sosialita, yang aktif di setiap kegiatan baik di desa maupun di  kecamatan, bahkan hingga kabupaten. Bisa di bilang, siapa di desa ku yang tidak mengenal sosok Ibu ku. Apakah mungkin, bakat beliau akan menjadi bakat ku juga, apakah mungkin aku akan seperti beliau yang supel dan aktif sehingga di kenal banyak orang. Entah lah, namun yang jelas aku mulai merasa nyaman bergabung di sini.
            Namun ini bukan lah tujuan utama ku. Sebelum ini aku telah masuk kuliah di salah satu Indonesia Open University alias UT, itu lah tujuan utama ku, mendapat gelar, membanggakan orang tua dan bisa menghasilkan uang sendiri. Sehingga aku pun tidak bisa terlalu fokus pada PNPM. Banyak kegiatan yang tidak bisa ku ikuti karena waktunya bersamaan dengan kuliah ku atau karena aku tengah sibuk berkutat dengan tugas-tugas kuliah.
            Hingga tiba saat nya aku berada pada titik kegamangan. Aku begitu menyukai kegiatan yang berkaitan dengan sosial, aku ingin seperti Ibu ku, namun di sisi lain, tugas ku semakin bertambah dengan di angkatnya aku menjadi guru tetap di sekolah tempat ku mengajar selama ini. Di tambah aku mun menjadi guru Madrasah di siang hari. Dengan dua pekerjaan itu saja sudah membuat ku merasa tidak ada waktu untuk bersantai, belum lagi dengan tugas kuliah ku dan…. PNPM ini tentu saja.
Terima kasih yang tak terhingga untuk semua rekan-rekan KPMD-P yang selama ini telah bekerja sama dengan ku untuk sama-sama berusaha melakukan yang terbaik dalam menjalankan amanah ini, untuk FK,FT dan semuanya yang tergabung dalam organisasi ini, Aku sangat berterima kasih. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa !!!! aku bangga mengenal mereka, Aku bangga bisa menjadi bagian dari keluarga PNPM ini,. Karena di sini, banyak hal baru yang ku pelajari, banyak orang-orang baru yang ku temui, banyak pengalaman baru yang ku rasakan, dan banyak inspirasi yang ku dapatkan dari mereka.
Aku amat bersyukur berada di tengah-tengah mereka. Aku berharap kebersamaan ini akan tetap terjalin meskipun Aku belum tentu bisa berada di lingkungan ini untuk seterus nya. Ini lah kisah ku dan PNPM.

Senin, 20 Oktober 2014

Tali Kasih

Sarpani/Ketua BP-UPK Way Tenong

Wahai Pemimpinku
Tolong Bantu Kami
Karena Keluarga Kami
Tetangga Kami
Masih Banyak Yang Miskin
Miskin Ilmu Miskin Modal
Ingin sama dengan Tetangga
Tapi Tidak Ada Peluang

Tolong Dong.. Tolong Kami Dong
Bukakan Pintu Peluang
Agar Kami Dapat Sedang
Makan Enak Tidur Pun Nyeyak
Keluarga dan Tetangga Pun Ikut Senang